Keterampilan Penyelamatan dalam Penjelajahan Berkemah

Selain perencanaan dan persiapan perlengkapan yang matang,  ada beberapa hal lain yang harus dikuasai oleh seorang penjelajah. Misalnya, membuat tenda atau tempat perlindungan, melakukan tindakan penyelamatan kepada anggota yang sakit, serta mencari sumber makanan dan air

1.  Membuat Tempat Perlindungan
Tempat perlindungan sangat penting untuk menjaga dan melindungi orang dari keadaan panas, dingin, hujan, dan embusan angin. Alangkah baiknya jika anggota kelompok ada yang membawa  tenda. Jika tidak ada  tenda, anggota penjelajah dapat memanfaatkan apa yang ada di alam, seperti mencari gua atau celah bebatuan yang cukup besar. Penjelajah juga dapat membuat bivak.  

Gambar: Bivak dan tenda

Ada beberapa syarat yang harus Anda perhatikan ketika membuat bivak, yaitu jangan membuat bivak di daerah yang berpotensi banjir pada saat hujan. Di atas bivak hendaknya tidak ada pohon atau cabang yang mati karena bisa berbahaya kalau runtuh. Juga jangan membuat bivak di bawah pohon kelapa karena jatuhnya kelapa bisa saja terjadi tiba-tiba.

Daerah tempat untuk mendirikan bivak hendaknya bukan merupakan sarang nyamuk atau serangga lainnya. Anda juga perlu memerhatikan bahan pembuat bivak. Usahakan bivak terbuat dari bahan yang kuat dan pembuatannya baik, sebab semuanya akan menentukan kenyamanan.

Bahan dasar untuk membuat bivak bisa bermacam-macam. Ada yang dibuat dari ponco (jas hujan plastik), lembaran kain plastik atau memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun-daunan, ijuk, rumbia, dan daun palem. Tapi yang paling penting, bahan dasar tersebut mampu bertahan ketika menghadapi serangan angin, hujan, atau panas.

2.  Mencari Sumber Air dan Makanan
Kebutuhan air sangat vital. Jika tubuh kekurangan air, dapat menyebabkan dehidrasi bahkan menyebabkan kematian. Air yang dapat dikonsumsi memliki ciri fisik jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Air seperti ini dapat dicari di tempat-tempat sumber air, seperti di sungai, dari mata air yang keluar, air hujan, air embun, dan air hasil galian tanah. Oleh karena itu, berkemah hendaknya dilakukan di tempat yang dekat dengan sumber-sumber air tersebut.


Gambar: Berkemah hendaknya dilakukan dekat sumber air, misalnya sungai

Penjelajah juga dapat memperoleh air dari tumbuhan yang ada di alam, seperti buah kelapa, rotan yang dipotong, atau dengan banyak memakan tumbuhan yang memiliki kandungan air tinggi.

Sumber makanan dapat dicari di alam bebas. Sumber makanan dapat berasal dari tumbuhan atau binatang. Namun, Anda harus mengetahui jenis tumbuhan dan binatang yang dapat dimakan. Bagian tumbuhan yang dapat dimakan biasanya adalah bagian akar, batang, buah, atau umbi-umbian bergantung pada jenis tanamannya. 

Hindari tumbuhan atau buah yang berwarna mencolok. Cobalah terlebih dahulu pada bagian tubuh yang sensitif seperti kulit. Biasanya tumbuhan yang berbahaya akan menyebabkan efek gatal, kulit menjadi merah, atau terasa panas.

Binatang liar juga merupakan sumber protein dan lemak yang dapat dijadikan bahan makanan darurat. Binatang yang dapat dikonsumsi adalah jenis unggas, ikan, serangga, reptil, dan mamalia. 

3.  Melakukan Tindakan Penyelamatan
Jika ada anggota  penjelajahan yang terkena penyakit atau mengalami kecelakaan, harus dilakukan pertolongan secepatnya. Berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi atau mengatasi berbagai macam kondisi.

a.  Luka
Jika ada anggota yang mengalami luka seperti lecet, tergores benda tajam, atau ranting pohon, segera obati. Bersihkan bagian tubuh atau kulit yang luka dengan air bersih. Selanjutnya gunakan obat antiseptik, lalu balut dengan perban yang steril. Ganti balutan perban selama 24 jam sekali.

b.  Pingsan
Ketika seseorang mengalami pingsan, cepat lakukan tindakan dengan membaringkan penderita. Usahakan posisi kaki lebih tinggi dari tubuh. Longgarkan bagian pakaian yang terlalu ketat. Kompres bagian dahi dengan air dingin dan berikan bau-bauan yang menyengat. Setelah sadar, penderita akan merasa pusing. Biarkan penderita beristirahat tidur selama satu jam atau lebih.

c.  Keracunan
Hati-hati dalam mengonsumsi makanan. Biasanya keracunan diakibatkan oleh konsumsi makanan yang kadaluwarsa atau salah minum obat. Gejala yang timbul adalah pusing, mual, muntah, sakit perut, kulit dingin, dan tampak kebiruan. 

Segera lakukan pertolongan pada penderita dengan mengistirahatkannya. Kemudian, usahakan si penderita agar muntah dan jaga agar kondisi tubuhnya tetap hangat serta beri obat antiracun. Jika memungkinkan, segera bawa ke perkampungan untuk meminta bantuan penduduk atau langsung ke dokter.

Oleh karena itu, setiap melakukan penjelajahan peralatan P3K harus selalu dibawa. Hal ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. 

4.  Menghindari Tempat Binatang Buas
Biasanya, di hutan masih terdapat binatang-binatang buas. Untuk itu, ketika mendirikan tenda atau tempat perlindungan harus menghindari jalur atau tempat biasanya binatang mencari makan. Hal ini dapat diketahui dari sisa kotoran yang ditinggalkannya. 

Binatang yang harus diwaspadai dan dihindari adalah harimau, gajah, beruang, kucing hutan, dan reptil. Ketika tidak sengaja bertemu dengan binatang tersebut, usahakan agar tetap tenang dan menghindar perlahan-lahan. Biasanya binatang liar sangat takut pada keberadaan manusia. Namun, pada kondisi tertentu binatang tersebut dapat bersifat agresif. Misalnya, pada saat musim kawin, sedang mengasuh anak, atau sedang mencari makan